Robert Mugabe membuat marah Jamaika dengan menyebut pria Jamaika pemabuk dan pemabuk
JOHANNESBURG, Afrika Selatan — Robert Mugabe telah memicu perselisihan dengan Jamaika dengan menggambarkan pulau Karibia sebagai negara perokok ganja di mana laki-laki selalu mabuk.
Presiden Zimbabwe tidak merokok atau minum. Dalam pidatonya pekan lalu, dia mengatakan dia berharap warga Zimbabwe tidak mengikuti jejak Jamaika.
Mugabe, 88, mengatakan “di Jamaika mereka mempunyai kebebasan untuk berbicara mbanje” (ganja), dan “para pria selalu mabuk,” kata Zimbabwe. Berita Harian melaporkan.
Universitas-universitas di Jamaika penuh dengan perempuan karena “laki-laki ingin menyanyi dan tidak melanjutkan ke perguruan tinggi, ada pula yang berambut gimbal,” kata Mugabe dalam pidatonya di Research and Intellectual Expo 2012 di Harare, demikian laporan surat kabar swasta.
Lebih lanjut dari GlobalPost: Anggota parlemen dari Zimbabwe disunat di parlemen
Komentar Mugabe mendapat liputan media luas di Jamaika, dan dikritik oleh politisi dan musisi Jamaika.
Ikon reggae Jamaika Bob Marley bermain selama perayaan kemerdekaan Zimbabwe pada tahun 1980 dan bahkan menulis lagu berjudul “Zimbabwe” untuk mendukung perjuangan melawan pemerintahan minoritas kulit putih di negara yang dulu dikenal sebagai Rhodesia.
Menteri Luar Negeri Jamaika, AJ Nicholson, mengatakan dia berusaha memverifikasi pernyataan Mugabe.
“Kami menolak keras saran yang dimuat dalam berita tersebut,” kata Nicholson dalam sebuah pernyataan. “Jamaika adalah negara yang bercirikan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip demokrasi dan supremasi hukum.
“Kami sangat bangga dengan kontribusi yang diberikan Jamaika terhadap pembebasan Afrika Selatan, dan senang bahwa negara-negara seperti Afrika Selatan dan Zimbabwe mempunyai hak untuk memilih nasib mereka sendiri,” katanya.
“Kita tidak perlu mengingat bahwa warga Jamaika seperti Marcus Garvey, Michael Manley, Bob Marley dan Dudley Thompson telah mengadvokasi dan menginspirasi generasi saudara dan saudari kita baik di Afrika maupun di diaspora Afrika.”
Lebih lanjut dari GlobalPost: Pencuri asal Zimbabwe, Lovemore Manyika, memohon hukuman seumur hidup
Pemimpin oposisi Jamaika Andrew Holness mengatakan komentar Mugabe harus “ditolak”, merujuk pada keberhasilan pelari cepat Usain Bolt, peraih medali emas Olimpiade enam kali, dan contoh seorang pria Jamaika yang tidak menyalahgunakan alkohol atau obat-obatan.
“Saya pikir karakterisasi pria Jamaika oleh seorang pemimpin suatu negara sangat disayangkan,” Holness kata Daily Gleaner di Jamaika.
Christopher Tufton, juru bicara oposisi, kata si Pemungut bahwa pernyataan Mugabe “berselera buruk” dan presiden Zimbabwe harus mengembalikan Ordo Jamaika, sebuah kehormatan yang diterimanya pada tahun 1996.
“Saya kira dia harus dimintai penjelasan tentang apa yang dia maksud. Itu tidak pantas dan, sejujurnya, tidak sopan. Dia harus meminta maaf kepada rakyat Jamaika.
“Sekarang dia memiliki kesan terhadap Jamaika, mungkin dia harus mempertimbangkan untuk mengembalikan penghargaan tersebut dan saya tidak punya masalah dengan itu. Dia menghina rakyat Jamaika,” kata Tufton seperti dikutip.
Lebih lanjut dari GlobalPost: Zimbabwe: Iring-iringan mobil Robert Mugabe dalam tiga kecelakaan fatal dalam dua minggu
http://www.globalpost.com/dispatches/globalpost-blogs/weird-wide-web/jamaica-angry-at-robert-mugabe-calling-jamaican-men-potheads