Ukraina didakwa atas pemboman masjid di West Midlands
File foto menunjukkan petugas polisi menggeledah tempat kejadian perkara di Birmingham, 10 Agustus 2011. Seorang pria Ukraina yang didakwa dengan pembunuhan “terkait teror” terhadap seorang pria Muslim lanjut usia di Birmingham juga telah didakwa atas tiga pemboman masjid di dekat kota tersebut, sebuah sidang didengar pada hari Selasa. (AFP/Berkas)
LONDON (AFP) – Seorang pria Ukraina yang didakwa melakukan pembunuhan “terkait teror” terhadap seorang pria Muslim lanjut usia juga telah didakwa melakukan tiga pemboman masjid di Inggris tengah, demikian hasil sidang di pengadilan pada hari Selasa.
Pavlo Lapshyn, seorang mahasiswa pascasarjana berusia 25 tahun dari kota Dnipropetrovsk di Ukraina, ditangkap pekan lalu sebagai bagian dari penyelidikan atas ledakan tersebut.
Dia kemudian didakwa dengan pembunuhan kakek berusia 82 tahun Mohammed Saleem, yang ditikam dari belakang pada tanggal 29 April di Birmingham, Inggris tengah, saat dia berjalan pulang dari salat.
Pengadilan Westminster Magistrates di London diberitahu pada hari Selasa bahwa Lapshyn kini juga didakwa melakukan serangkaian tindakan dengan maksud untuk melakukan tindakan terorisme.
Pelanggaran tersebut terkait dengan tiga ledakan di kota Walsall, Wolverhampton, dan Tipton di Inggris tengah dalam sebulan terakhir.
Biaya tersebut sudah termasuk pembelian baterai, tas bekal, jam tangan dan wadah sebagai bagian dari pembuatan alat peledak.
Ia juga dituduh membeli bahan kimia untuk membuat alat peledak, memodifikasi ponsel untuk dijadikan detonator, dan melakukan penelitian di internet.
Mengenakan atasan hitam dan rambut cepak serta dikelilingi oleh tim polisi dan penjaga keamanan, Lapshyn berbicara hanya untuk mengonfirmasi nama dan tanggal lahirnya serta meminta untuk berbicara dengan pengacaranya.
Dia ditahan dan selanjutnya akan hadir pada sidang jaminan di pengadilan pidana pusat Inggris, Old Bailey, pada 25 Juli.
Pria Ukraina kedua yang ditangkap sehubungan dengan pemboman masjid telah dibebaskan tanpa dakwaan.
Pasangan ini ditangkap pada 18 Juli setelah sisa-sisa bahan peledak rakitan ditemukan di luar masjid di Tipton pada 12 Juli dan di Walsall pada 22 Juni.
Bukti ledakan kemudian ditemukan di bundaran dekat Masjid Pusat Wolverhampton.
Tidak ada yang terluka dalam ledakan tersebut.
Lapshyn datang ke Inggris untuk menyelesaikan penempatan kerja di sebuah perusahaan perangkat lunak di Birmingham, kata polisi, seraya menambahkan bahwa petugas bekerja sama dengan pihak berwenang Ukraina untuk mempelajari lebih lanjut tentang masa lalunya.
Terjadi peningkatan insiden anti-Muslim di Inggris sejak bulan Mei, ketika seorang tentara dibacok hingga tewas di jalan London dalam dugaan serangan kelompok Islam.
Ledakan di masjid Tipton bertepatan dengan pemakaman Lee Rigby, 25 tahun, yang terbunuh di siang hari bolong di dekat baraknya di Woolwich, London tenggara, pada 22 Mei.