Apple mengungkap siapa yang membuat iPhone, iPad, dan lainnya
BARU YORK – Apple untuk pertama kalinya merilis daftar pemasoknya untuk iPhone, iPad, dan perangkat populer lainnya di tengah meningkatnya kritik terhadap praktik ketenagakerjaan dan lingkungan, khususnya di Tiongkok.
Daftar ini telah dilindungi secara ketat dan sungguh-sungguh selama bertahun-tahun. Bahkan sekilas gambaran Apple iPhone atau komponennya sebelum dirilis ke publik telah menjadi sumber intrik dan kontroversi. Para investor menebak-nebak kontraktor mana yang akan menjadi pemasok Apple berikutnya, atau siapa yang berada di titik puncak.
Apple telah merilis daftar pemasoknya yang menyumbang 97 persen dari biaya pengadaannya di seluruh dunia. Beberapa contohnya adalah Intel Corp., Broadcom Corp., Amphenol Corp. dan Sanyo Electric Co.
Transparansi bisa menjadi tanda perubahan yang terjadi pada perusahaan Cupertino, California pasca era Steve Jobs di bawah CEO Tim Cook.
Tahun 2012″Laporan Kemajuan Tanggung Jawab Pemasokyang dirilis pada hari Jumat mendokumentasikan 229 audit di seluruh rantai pasokannya tahun lalu oleh Apple Inc. Angka tersebut naik 80 persen dari 127 audit pada tahun 2010.
Lebih lanjut tentang ini…
Audit tersebut menemukan pelanggaran ketenagakerjaan, kesehatan, kesehatan dan lingkungan, termasuk kasus pekerja di bawah umur dan diskriminasi berdasarkan kehamilan. Apple juga merinci tanggapannya terhadap setiap pelanggaran yang ditemukan, termasuk mengakhiri hubungannya dengan pelaku berulang dan mengharuskan perusahaan mengambil tindakan untuk mencegah hal serupa terjadi lagi.
Laporan tersebut dikeluarkan sehari setelah para pekerja yang putus asa membuat konsol video game Microsoft Xbox di Foxconn Technology Group naik ke atas sebuah asrama berlantai enam dan mengancam akan melompat hingga tewas. Tidak ada yang melakukan hal tersebut, namun insiden tersebut menyoroti meningkatnya kerusuhan buruh di Tiongkok. Foxconn adalah unit dari Hon Hai Precision Industry Co. Taiwan yang membuat iPad dan iPhone untuk Apple.
Ada banyak kasus bunuh diri di pabrik besar Foxconn pada tahun 2010 di kota Shenzhen. Sekitar 300.000 orang bekerja di pabrik dan kawasan industri. Manajer pabrik memasang jaring untuk mencegah lebih banyak orang melakukan bunuh diri dengan melompat dari atap.
Dalam laporannya, Apple menemukan bahwa 78 pemasok perusahaan tersebut memenuhi standar anti-diskriminasi yang ditetapkan untuk mereka. Namun hanya 61 persen dari mereka yang memiliki sistem untuk mencegah terjadinya diskriminasi.
Hampir semuanya – 97 persen – mencegah pekerja anak. Namun hanya 72 persen yang memiliki kebijakan untuk mencegahnya.
Hanya 38 persen pemasok yang mematuhi kebijakan jam kerja Apple, dan 69 persen mengikuti aturan upah dan tunjangannya.
Secara keseluruhan, audit menemukan bahwa 74 persen pemasok umumnya mematuhi kebijakan Apple. Contoh pelanggarannya antara lain melakukan tes Hepatitis B pada calon pekerja, melakukan tes kehamilan, dan melampaui batas mingguan 60 jam kerja. Apple mengatakan 109 fasilitas yang diauditnya tidak membayar upah lembur yang layak.
Dalam langkah lainnya, Apple juga bergabung dengan Fair Labour Association, sebuah grup perusahaan dan universitas yang berfokus pada peningkatan praktik ketenagakerjaan. Ia melakukan audit acak yang tidak diumumkan sebelumnya terhadap pabrik-pabrik anggotanya.