Dr. Manny: Tips bagi orang tua agar anak tidak kabur
Penelitian sebelumnya yang meneliti anak-anak autis menemukan bahwa hampir setengah dari mereka pergi ke luar negeri setidaknya sekali – banyak di antaranya yang pergi cukup lama sehingga menimbulkan kekhawatiran. Beberapa telah mencoba melarikan diri beberapa kali.
Tempat yang paling sering dikunjungi anak-anak adalah rumah, sekolah, atau toko. Seringkali anak-anak mencari tempat yang mereka sukai untuk menghindari situasi yang tidak nyaman.
Perilaku seperti ini bisa sangat berbahaya, karena seorang anak bisa terluka, tidak sengaja menabrak lalu lintas, atau bahkan tenggelam.
Bagi orang tua yang memiliki anak autis atau disabilitas serupa, perlu dilakukan tindakan pencegahan tertentu untuk menjamin keselamatan anaknya. Berikut beberapa saran:
1. Daftarkan anak Anda untuk mendapatkan tanda pengenal yang benar melalui departemen kepolisian setempat. Ada banyak departemen kepolisian yang dibentuk untuk menerima informasi penting bagi anak-anak penyandang disabilitas jika mereka perlu merujuk mereka.
2. Pertimbangkan registrasi DNS. Meskipun banyak orang memperdebatkan masalah penyimpanan DNA anak-anak, saya yakin ini bisa menjadi alat yang berguna untuk identifikasi. Perusahaan tertentu bahkan akan menyimpan DNA anak Anda hingga 18 tahun.
3. Lindungi rumah Anda. Dekatkan kamar tidur putra atau putri Anda, atur alarm yang memberi tahu Anda ketika seseorang membuka pintu atau jendela, dan pasang lampu sensor gerak di sekeliling rumah Anda.
4. Pertimbangkan teknologi pelacakan. Ada perangkat GPS yang dapat dipakai oleh anak-anak yang akan membantu Anda mengidentifikasi anak hilang. Sebuah cerita baru-baru ini menyoroti seorang anak autis yang menerima pita pelacak EmSeeQ – perangkat seperti jam tangan yang menggunakan teknologi ponsel untuk membantu melacak seseorang. Perusahaan keamanan lain menawarkan berbagai pilihan untuk membantu Anda melacak anak Anda.
5. Buatlah catatan harian tentang tempat-tempat yang diminati anak Anda – dan selalu perbarui. Pikirkan taman tertentu, sungai, toko serba ada, atau tempat lain yang disukai anak Anda.
6. Bicaralah dengan tetangga Anda. Beritahu mereka untuk memberi tahu Anda jika mereka melihat sesuatu atau jika mereka melihat anak Anda pergi. Dengan kata lain, mereka tidak boleh menerima begitu saja.
7. Bicaralah dengan guru anak Anda. Saat berinteraksi dengan anak autis Anda, pastikan untuk menekankan bahwa perilaku melarikan diri itu berbahaya. Selain itu, pastikan guru mencoba mendidik anak tentang beberapa fakta identifikasi dasar, seperti alamat atau sekolah tempat mereka bersekolah.
Ingatlah bahwa memiliki anak autis membuat Anda berpikir out of the box. Memahami anak Anda itu penting. Bukan hanya Anda saja, tapi seluruh keluarga Anda harus melindungi mereka.