Filipina menutup sebagian ibu kotanya untuk memastikan Paus menjadi selebriti yang dipuja banyak orang
MANILA, Filipina – Paus terakhir yang mengunjungi Filipina menjadi sasaran militan yang rencana mereka terungkap beberapa hari sebelum kedatangannya. Yang sebelumnya dilukai oleh penyerang yang menyamar sebagai pendeta agar bisa dekat dengannya.
Dan sekarang Paus Fransiskus, seorang pria yang suka menerobos barisan keamanan untuk menemui orang banyak, memberikan tantangan keamanan yang berat kepada pihak berwenang Filipina, mulai dari kedatangannya pada hari Kamis hingga misa di luar ruangan pada hari Minggu yang diperkirakan akan dihadiri 6 juta orang.
Tugas sulit lainnya: perjalanan Paus Fransiskus pada hari Sabtu untuk menyemangati para penyintas topan dahsyat pada tahun 2013 di wilayah tengah di mana terdapat gerilyawan Marxis.
Sekilas tantangannya:
___
KONTROL KEKERASAN
Pemerintah Filipina akan mengerahkan hingga 50.000 polisi dan tentara – hampir seperempat dari pasukannya – untuk menangkis ancaman apa pun, menjaga agar massa tidak menghina Paus dan mencegah banjir dan kejahatan. Pasukan negara tersebar dalam jumlah kecil, bahkan dalam keadaan normal, ketika mereka menghadapi pemberontak komunis dan Muslim serta ancaman lainnya.
Untuk mencegah massa menghalangi iring-iringan mobil Paus, penghalang beton dengan pagar besi telah dipasang di atas rute sepanjang 11 kilometer (6,8 mil) dari pangkalan udara tempat pesawat Paus akan mendarat ke Nunsiatur Apostolik di Manila, tempat ia akan tinggal.
Petugas polisi akan berjaga di dekat pembatas, menghadap massa. Mereka diperingatkan untuk tidak meninggalkan pos mereka demi melihat Paus lebih dekat, seperti yang dilakukan beberapa petugas pada kunjungan kepausan sebelumnya. Ribuan relawan gereja akan membantu menjaga ketertiban.
Petugas keamanan melarang orang-orang yang berkeinginan baik untuk membawa ransel, dan merekomendasikan agar mereka membawa barang-barang dalam tas transparan sehingga pengawas dapat memeriksanya lebih cepat.
Pembatasan telah diberlakukan pada perjalanan melalui udara, darat dan laut. Banyak penerbangan internasional dan domestik telah dijadwal ulang karena rencana penutupan bandara selama berjam-jam di Manila dan pusat kota Tacloban saat pesawat Paus tiba atau lepas landas. Banyak pengendara akan merasa tidak nyaman dengan larangan parkir di dekat Roxas Boulevard, yang sering digunakan oleh Paus, dan para nelayan akan dijauhkan dari perairan yang biasanya mereka gunakan di dekat Teluk Manila.
___
TIDAK ADA ANCAMAN KHUSUS
Presiden Benigno Aquino III, yang membantu mengawasi persiapan keamanan, mengatakan tidak ada ancaman spesifik yang terdeteksi terhadap Paus. Sebuah laporan rahasia ancaman pemerintah yang diperoleh The Associated Press mencantumkan delapan kelompok ekstremis yang sebagian besar Muslim di dalam dan luar negeri sebagai ancaman potensial, termasuk militan lokal Abu Sayyaf, al-Qaeda, dan kelompok ISIS, yang telah mengancam Paus.
“Kelompok jihad dari dalam dan luar merupakan ancaman terbesar bagi Paus,” kata laporan itu.
Daftar pembuat onar yang tercantum dalam laporan ini mencakup “serigala penyendiri,” para jihadis yang meradikalisasi diri dan mungkin merencanakan serangan mereka sendiri. Laporan tersebut mengatakan bahwa pemantauan intelijen telah ditingkatkan untuk membendung potensi bahaya.
___
BANYAK IBADAH NANYA
Kebiasaan Paus Fransiskus yang keluar dari barisan keamanan untuk berpelukan dan mengobrol dengan simpatisan menimbulkan dilema bagi aparat keamanan. Perjalanan Paus Fransiskus merupakan kunjungan kenegaraan oleh kepala negara Vatikan dan perjalanan apostolik oleh pemimpin gereja Katolik beranggotakan 1,2 miliar orang, yang ingin terhubung dengan umatnya. Gereja dan pemerintah sepakat bahwa pihak berwenang harus mencapai keseimbangan antara melindungi Paus Fransiskus dan memastikan bahwa keamanan tidak menghalangi upayanya.
“Kami menghargai kepedulian terhadap keamanan ini,” kata Uskup Agung Manila Kardinal Luis Antonio Tagle kepada AP dalam sebuah wawancara. Namun dia menambahkan: “Kami tidak ingin membawanya ke sini hanya untuk mengisolasinya dari masyarakat.”
___
FOIL SERANGAN MASA LALU
Pada tahun 1970, Paus Paulus VI terluka ringan di bandara Manila oleh seorang pelukis Bolivia yang memegang belati dan menyamar sebagai seorang pendeta. Seminggu sebelum kunjungan Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1995, pihak berwenang Filipina mengatakan mereka telah menemukan rencana pembunuhan Paus oleh militan yang dipimpin oleh Ramzi Yousef, terpidana dalang pemboman World Trade Center tahun 1993. Kelompok Yousef tinggal di sebuah gedung apartemen sekitar satu blok jauhnya dari Nunsiatur Apostolik sebelum pihak berwenang menemukan tempat persembunyian teroris.