Mugabe berjanji akan meningkatkan upaya transfer kekayaan kepada warga kulit hitam

Presiden Zimbabwe Robert Mugabe pada Selasa berjanji akan meningkatkan upaya kontroversialnya untuk mentransfer kekayaan ekonomi kepada warga kulit hitam dan mencemooh seruan untuk mereformasi layanan keamanan setelah ia terpilih kembali dalam pemilu yang disengketakan.

“Upaya pribumi dan pemberdayaan akan terus berlanjut untuk memastikan bahwa penduduk asli Zimbabwe menikmati bagian yang lebih besar dari sumber daya negara,” kata Mugabe kepada ribuan orang pada rapat umum di ibu kota untuk memperingati Hari Angkatan Bersenjata.

“Sekarang rakyat Zimbabwe telah memberi kami mandat besar dalam pemerintahan negara ini, kami akan melakukan segala daya kami untuk memastikan bahwa tujuan kami yaitu pribumi, pemberdayaan, pembangunan dan lapangan kerja dapat terwujud.”

Mugabe dinyatakan sebagai pemenang pemilu 31 Juli dengan perolehan 61 persen suara, sedangkan saingan utamanya Morgan Tsvangirai memperoleh 34 persen suara. Tsvangirai menantang kemenangan tersebut, dengan tuduhan adanya kecurangan dalam pemilu.

Zimbabwe mengesahkan undang-undang pribumisasi pada tahun 2007 yang memaksa perusahaan-perusahaan milik asing untuk mendivestasi 51 persen sahamnya kepada investor lokal dalam apa yang disebut Mugabe sebagai “fase terakhir untuk mencapai kemerdekaan total.”

Kritik terhadap program tersebut mengatakan bahwa program tersebut menguntungkan sekutu Mugabe dan menakuti calon investor.

Dalam pidato publiknya yang kedua setelah pemilu bulan lalu yang memperpanjang kekuasaannya selama 33 tahun, pemimpin tertua di Afrika itu menolak seruan oposisi untuk menyingkirkan petugas partisan dari pasukan keamanan.

Dia malah memuji pasukan keamanan atas perdamaian yang dinikmati Zimbabwe dalam tiga dekade terakhir.

Dia mengatakan tentara adalah “sebuah pilar yang dapat diandalkan” dalam pemerintahannya sehingga dia merasa “mengejutkan bahwa beberapa rekan senegaranya yang salah arah, atas perintah sekutu Barat mereka, secara terang-terangan mengabaikan kerja baik yang dilakukan oleh (militer) untuk menjaga perdamaian dan ketenangan di negara tersebut.”

Mugabe mengatakan seruan reformasi sektor keamanan hanyalah sebuah kedok karena “taktik musuh yang sebenarnya adalah melemahkan efektivitas Angkatan Bersenjata Zimbabwe”.

Beberapa kepala keamanan telah secara terbuka menyatakan kesetiaan mereka kepada partai ZANU-PF yang dipimpin Mugabe, dan bersumpah tidak akan pernah menerima pemimpin yang tidak mengambil bagian dalam perang pembebasan negara tersebut pada tahun 1970an.