Survei: Masyarakat India Kecewa dengan Perekonomian, Pemerintah
NEW DELHI – Ketika perekonomian mereka melambat dan pemerintahan mereka dilanda skandal korupsi, masyarakat India semakin putus asa mengenai masa depan negara mereka, menurut sebuah survei yang dirilis Senin oleh Pew Research Center.
Hanya 38 persen masyarakat India yang puas dengan arah yang diambil negaranya, turun 13 poin persentase dari tahun lalu dan merupakan penurunan terbesar di 17 negara yang disurvei pada tahun 2011 dan 2012. Kepuasan India berada di bawah Tiongkok dan Brazil, namun masih melampaui Amerika Serikat, dimana hanya 29 persen yang puas dengan keadaan negaranya. Survei tersebut menemukan bahwa 82 persen warga Tiongkok dan 53 persen warga Brazil merasa puas dengan arahan keseluruhan negara mereka masing-masing.
Sekitar delapan dari 10 orang India yang diwawancarai mengatakan bentuk perekonomian, pengangguran dan kenaikan harga merupakan “masalah yang sangat besar,” kata laporan itu.
“Di dunia di mana orang-orang Amerika, Eropa, dan bahkan Tiongkok punya alasan untuk khawatir terhadap perekonomian mereka, orang-orang Indialah yang paling kehilangan kepercayaan terhadap nasib ekonomi mereka,” tambahnya.
Perekonomian India tumbuh mengecewakan sebesar 5,5 persen pada kuartal terakhir yang berakhir bulan Juni, penurunan tajam dari pertumbuhan sebesar 8 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Kondisi perekonomian yang mengecewakan mencerminkan kekacauan keseluruhan pemerintahan yang dipimpin Partai Kongres, yang terlibat dalam sejumlah skandal korupsi. Partai-partai oposisi melumpuhkan Parlemen sebagai bentuk protes, sehingga pemerintah tidak dapat mengambil tindakan dalam mengatasi permasalahan ekonomi.
Dalam sidang yang berakhir minggu lalu, para anggota parlemen menghabiskan lebih banyak waktu untuk saling berteriak daripada melakukan urusan legislatif, terutama ketika mereka fokus pada skandal penjualan ladang batu bara tanpa penawaran kompetitif.
Masyarakat India juga merasa suram mengenai masa depan perekonomian dan hanya 45 persen yang memperkirakan perekonomian akan pulih tahun depan, turun dari 60 persen pada tahun 2011. Pemerintah dipandang sebagai penyebab terbesar di balik buruknya skenario perekonomian.
Meski begitu, hampir dua pertiga masyarakat India menganggap keuangan pribadi mereka dalam kondisi baik. Separuh dari mereka mengatakan kondisi mereka sekarang lebih baik dibandingkan lima tahun yang lalu dan dua pertiganya mengatakan standar hidup mereka sendiri lebih baik daripada standar hidup orang tua mereka pada usia yang sama. Namun dua pertiganya juga khawatir anak-anak mereka akan kesulitan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan menghasilkan lebih banyak uang.
Kejahatan, korupsi dan kekurangan listrik yang berkepanjangan juga diidentifikasi sebagai tantangan utama.
Jajak pendapat yang dilakukan Pew Global Attitudes Project merupakan survei yang mewakili tingkat nasional yang dilakukan pada bulan Maret dan April melalui 26.210 wawancara telepon atau wawancara pribadi di 21 negara.
Di India, 4.018 orang dewasa diwawancarai secara langsung dan datanya ditimbang untuk mencerminkan rasio penduduk desa-kota. Studi di wilayah India mempunyai margin kesalahan sebesar 3,9 poin persentase.
Meskipun hubungan India dengan Pakistan, Tiongkok, dan Iran menjadi semakin penting, sebagian besar dari dua pertiga penduduk India yang tinggal di daerah pedesaan bersikap acuh tak acuh terhadap negara dan pemimpin asing.