Tentara yang terbunuh di jalan London meninggal karena luka tusuk, otopsi menunjukkan
Gambar tak bertanggal ini dirilis oleh Kementerian Pertahanan Inggris pada tanggal 23 Mei 2013 menunjukkan Drummer Lee Rigby, yang dikenal sebagai Riggers oleh teman-temannya, diidentifikasi oleh MOD sebagai anggota angkatan bersenjata yang diserang dan dibunuh oleh dua pria di daerah Woolwich London pada hari Rabu. (AP/Kementerian Pertahanan)
LONDON – Otopsi menunjukkan bahwa seorang tentara Inggris yang tewas dalam dugaan serangan ekstremis Islam di London pekan lalu meninggal karena beberapa luka dan tusukan setelah ditabrak mobil, kata polisi, Rabu.
Lee Rigby, 25, pertama kali ditabrak oleh mobil biru dan kemudian ditikam oleh dua pria di dekat baraknya di distrik Woolwich, London tenggara, kata polisi.
Gambar yang muncul setelah serangan itu menunjukkan dua pria mengacungkan pisau dan parang berdarah. Polisi mengatakan otopsi menunjukkan Rigby meninggal karena “beberapa luka sayatan”.
Kedua tersangka utama ditembak dan dilukai oleh polisi di tempat kejadian. Tersangka Michael Adebolajo (28) masih dalam kondisi stabil di rumah sakit sementara Michael Adebowale (22) keluar dari rumah sakit pada hari Selasa dan berada dalam tahanan polisi.
Sebanyak 10 orang telah ditangkap dalam kasus ini, termasuk dua tersangka utama. Dua orang dibebaskan dan beberapa lainnya dibebaskan dengan jaminan sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut. Belum ada pengaduan yang diajukan.
Setelah penyebab kematiannya diketahui, polisi mengatakan penyelidikan atas kematian Rigby akan dibuka di Pengadilan Koroner Southwark pada hari Jumat. Di Inggris, pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui keadaan seputar kematian yang tidak terduga atau akibat kekerasan.
Petugas polisi anti-terorisme London pada hari Rabu membagikan selebaran untuk mencari informasi dari pejalan kaki dan penumpang bus dalam upaya mencari informasi baru tentang pembunuhan yang mengejutkan Inggris.
Pada hari Rabu, salah satu pria yang ditangkap untuk diinterogasi dalam kasus tersebut mengeluarkan pernyataan melalui pengacaranya yang menyatakan bahwa dia tidak bersalah. Hayden Allen (21) mengatakan dalam pernyataannya bahwa dia ingin menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Rigby.
“Keluarga saya sama sekali tidak terlibat,” kata Allen, yang belum didakwa dan bebas dengan jaminan. “Saya meminta polisi terus menyelidiki dan keluarga saya diizinkan melanjutkan hidup mereka tanpa pelecehan.”
Pembunuhan seorang tentara yang sedang tidak bertugas oleh tersangka militan Islam telah memicu permusuhan rasial di banyak wilayah Inggris, dan kelompok sayap kanan melakukan mobilisasi untuk melakukan protes.
Pejabat penjara Inggris telah diperingatkan untuk mewaspadai drama penyanderaan yang dituduh dilakukan oleh tahanan Muslim ekstremis, surat kabar Inggris melaporkan pada hari Rabu.
Sebuah email ke penjara dengan keamanan tinggi dan lembaga pelanggar muda memperingatkan bahwa insiden hari Minggu di fasilitas penahanan Full Sutton di wilayah Yorkshire, Inggris utara, terkait dengan ekstremisme agama dan memperingatkan peningkatan risiko serangan di lembaga lain, menurut beberapa surat kabar Inggris, termasuk The Yorkshire Post dan The Times.
“Tiga tahanan Muslim menyandera seorang petugas di sebuah kantor. Tuntutan mereka menunjukkan bahwa mereka mendukung ekstremisme Islam radikal,” demikian bunyi surat itu. “Semua staf diingatkan untuk tetap waspada terhadap peningkatan risiko potensi serangan terhadap petugas penjara yang terinspirasi oleh kejadian ini dan Rabu lalu.”
Tuntutan para sandera belum dipublikasikan. Kementerian Kehakiman Inggris menolak mengomentari email tersebut.
Liga Pertahanan Inggris, sebuah kelompok sayap kanan dengan kecenderungan kuat anti-Islam, mengadakan serangkaian protes setelah pembunuhan tersebut, sementara organisasi komunitas Muslim melaporkan peningkatan serangan dan pelecehan.
Satu masjid di Grimsby di Inggris utara dibom, dan kata “ISLAM” terpampang dalam huruf merah besar di atas tugu peringatan Komando Pengebom Angkatan Udara Kerajaan di Green Park London, dekat Istana Buckingham.
Dua orang telah didakwa dalam pembakaran tersebut. Tidak jelas siapa yang bertanggung jawab atas grafiti tersebut.
Peretas juga memposting daftar dugaan pemimpin dan pendukung Liga Pertahanan Inggris di internet. Daftar tersebut setidaknya sebagian asli, menurut pendukung Liga Pertahanan Inggris Glen Warren, 32, yang nama dan nomor teleponnya termasuk di antara yang tersedia secara online.