Tes yang direkomendasikan untuk menjaga kesehatan pria di segala usia
Bukan rahasia lagi bahwa pria menghindari kunjungan dokter dengan cara apa pun. Tanyakan kepada seorang pria kapan terakhir kali dia melakukan kunjungan rutin sederhana dan dia mungkin tidak dapat mengingatnya. Sebaliknya, tanyakan pada seorang wanita, dan dia mungkin bisa memberi Anda rincian beberapa kunjungan terakhirnya.
Mungkin hal ini disebabkan oleh langkah-langkah baru-baru ini yang menjadikan kesehatan perempuan sebagai prioritas nasional (seperti pita merah muda dan kanker payudara), atau mungkin hanya karena sifat keras kepala yang sudah lama ada. Apa pun alasannya, pria harus mulai fokus pada kesehatannya sendiri. Faktanya, statistik menunjukkan bahwa laki-laki lebih mungkin meninggal secara dini dibandingkan perempuan.
Hanya perlu beberapa tes sederhana untuk menjaga kesehatan Anda. Berikut adalah tes utama yang direkomendasikan untuk setiap kelompok umur.
Usia 18-39:
- Tekanan darah: Jika lebih rendah dari 120/80, setiap dua tahun; jika antara 120/80 dan 139/89, setiap tahun; dan jika lebih tinggi dari 140/90, diskusikan pilihan pengobatan dengan dokter Anda.
- Kolesterol: Mulailah melakukan tes pada usia 20 tahun jika Anda memiliki peningkatan risiko penyakit jantung. Mulai usia 35 tahun, lakukan pemeriksaan secara rutin (berdasarkan anjuran dokter).
- Diabetes: Mulailah melakukan skrining jika tekanan darah Anda lebih tinggi dari 135/80 atau jika Anda sedang mengonsumsi obat tekanan darah.
- Tes HIV: Pelajari risiko Anda terhadap penyakit ini dengan berbicara dengan dokter Anda, dan lakukan tes.
- Skrining sifilis: Tentukan terlebih dahulu risiko penyakit ini dengan berkonsultasi dengan dokter Anda. Jika Anda berisiko lebih tinggi, lakukan tes.
- Penting juga untuk menetapkan tingkat dasar hormon tertentu dan tes lain untuk dibandingkan di kemudian hari. Ini termasuk: pemeriksaan darah, fungsi tiroid, urin, pemeriksaan testis, fungsi jantung dan paru-paru, dan mungkin EKG atau rontgen dada, tergantung riwayat merokok Anda.
Usia 40-49:
- Pada usia ini, Anda seharusnya mendapatkan tes yang sama seperti yang Anda lakukan pada kelompok usia 18-39 tahun, namun juga menambahkan pemeriksaan kolesterol tahunan.
- PSA dan pemeriksaan colok dubur: bicarakan dengan dokter Anda tentang risiko individu Anda terkena kanker prostat dan kapan Anda harus memulai pemeriksaan. Dari usia 45+, dapatkan pemutaran film tahunan.
Usia 50-64:
- Semua tes dasar yang Anda lakukan selama bertahun-tahun, serta kolonoskopi yang dimulai pada usia 50 tahun dan pemeriksaan PSA tahunan.
Usia 65+:
- Pemeriksaan aneurisma aorta perut: Lakukan pemeriksaan satu kali jika Anda berusia antara 65 dan 75 tahun dan pernah merokok.
- Tes tekanan darah dan kolesterol harus dilakukan secara teratur.
- Skrining kanker kolorektal: lanjutkan skrining hingga usia 75 tahun, atau berdasarkan rekomendasi dokter Anda.
- Bicarakan dengan dokter Anda tentang apakah Anda harus menjalani pemeriksaan diabetes, HIV dan sifilis, tergantung pada risiko Anda.
- Penting juga untuk mengukur kadar vitamin B12 dan kalsium dalam darah untuk membantu mencegah dan/atau mendeteksi risiko osteoporosis.
Meskipun tidak ada paksaan yang pasti akan mengubah kebiasaan ini, ingatlah bahwa bersikap proaktif terhadap kesehatan dapat menyelamatkan hidup Anda. Itu hanya beberapa tes sederhana setahun sekali – apa susahnya?