Tuduhan diajukan terhadap mantan menteri pertahanan Rusia yang bisa mengirimnya ke penjara selama 5 tahun
FILE – File foto Selasa ini, 26 Juni 2012 menunjukkan Menteri Pertahanan saat itu Anatoly Serdyukov, kanan, dan Gubernur Wilayah Moskow saat itu Sergei Shoigu berfoto bersama di desa Petrovskopye, Wilayah Moskow. Badan investigasi utama Rusia mengajukan tuntutan terhadap Serdyukov pada hari Kamis, 28 November 2013, menuduhnya menggunakan wajib militer dan dana negara untuk membangun jalan menuju rumah peristirahatan dan melakukan lansekap di properti tersebut. Jika terbukti bersalah, Serdyukov bisa menghadapi hukuman lima tahun penjara. (AP Photo/RIA Novosti, Yekaterina Shtukina, layanan pers pemerintah, file) (Pers Terkait)
MOSKOW – Tuntutan pidana diajukan pada hari Kamis terhadap mantan menteri pertahanan Rusia, yang dituduh menggunakan wajib militer dan dana negara untuk membangun jalan menuju rumah peristirahatan dan menata taman di properti tersebut.
Jika terbukti bersalah, Anatoly Serdyukov bisa menghadapi hukuman lima tahun penjara.
Serdyukov membantah melakukan kesalahan apa pun, kata pengacaranya Konstantin Rivkin kepada kantor berita Interfax.
Presiden Vladimir Putin memecat Serdyukov setahun yang lalu karena skandal korupsi, namun sebagian besar pakar militer yakin pemecatannya mencerminkan perebutan kekuasaan di balik layar. Mengawasi reformasi radikal angkatan bersenjata Rusia, Serdyukov secara drastis mengurangi jumlah perwira dan menuntut kualitas yang lebih tinggi dan harga yang lebih rendah dari industri pertahanan.
Sekutu dekat Serdyukov didakwa melakukan penipuan tahun lalu, namun Serdyukov terhindar hingga Kamis ketika badan investigasi utama Rusia menuduhnya melakukan kelalaian.
Juru bicara Komite Investigasi Vladimir Markin mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Serdyukov menggunakan pasukan kereta api untuk membangun jalan menuju sebuah pulau di wilayah Astrakhan selatan dan wajib militer dari unit penerbangan untuk melakukan penataan taman di sekitar rumah liburan di sana. “Jadi, alih-alih bertugas di militer dan dilatih, beberapa tentara malah menanam pohon poplar,” kata Markin.
Baru pada penyelidikan tahun ini properti tersebut dimasukkan ke dalam pembukuan Kementerian Pertahanan, kata juru bicara tersebut.
Serdyukov menyebabkan kerugian negara sebesar 56 juta rubel ($1,7 juta), kata Markin, seraya menambahkan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan tuntutan dapat diajukan.
Sebagai mantan penjual furnitur, Serdyukov memasuki layanan sipil sebagai pejabat pajak dan dengan cepat naik pangkat menjadi kepala layanan pajak Rusia sebelum diangkat menjadi menteri pertahanan pada tahun 2007.