Tes penglihatan sederhana dapat memprediksi IQ
Sebuah tes visual sederhana ternyata sangat akurat dalam memprediksi IQ, menurut penelitian baru.
Penelitian yang dipublikasikan pada tanggal 23 Mei di jurnal Current Biology, menemukan bahwa kemampuan manusia untuk secara efisien menyaring informasi visual di latar belakang dan fokus pada latar depan sangat terkait dengan IQ. Temuan ini dapat membantu para ilmuwan mengidentifikasi proses otak yang bertanggung jawab intelijen.
Ini tidak berarti cepat, efisien pemrosesan visual mengarah pada kecerdasan, kata rekan penulis studi Duje Tadin, seorang ahli saraf di University of Rochester di New York. Sebaliknya, proses otak secara umum mungkin mendasari kecerdasan dan pemrosesan visual yang efisien.
Perburuan IQ
Sejak tahun 1800-an, nenek moyang tes IQtermasuk Sir Francis Galton (yang juga memelopori ilmu sidik jari), menduga bahwa orang yang sangat cerdas juga mengalami diskriminasi suprasensori.
Namun penelitian pada dekade berikutnya hanya menemukan hubungan sederhana antara nilai tes IQ dan kemampuan seseorang untuk melihat gerakan dalam gambar dengan cepat atau akurat.
Tadin dan rekan-rekannya sedang mempelajari pertanyaan terpisah tentang persepsi visual pada 12 peserta ketika mereka menemukan sesuatu yang mengejutkan: IQ tampaknya berkorelasi kuat dengan kinerja tugas visual.
Tes tersebut meminta pengguna melihat arah pergerakan pada rangkaian garis hitam-putih di layar. Terkadang garis-garis tersebut terbentuk dalam lingkaran kecil di tengah, dan terkadang berupa garis-garis besar yang memenuhi seluruh layar. Peserta juga menyelesaikan tes IQ singkat. (Tonton video gerakan dan uji kecerdasan Anda)
Tim memperhatikan bahwa orang-orang dengan IQ yang lebih tinggi pandai mendeteksi gerakan dalam lingkaran kecil, tetapi buruk dalam mendeteksi gerakan dalam garis hitam-putih yang lebih besar.
Karena mereka hanya mengamati sedikit orang, Tadin dan rekan-rekannya bertanya-tanya apakah hasil yang mereka peroleh hanyalah suatu kebetulan. Mereka mengulangi percobaan tersebut dengan 53 orang, yang juga mengikuti tes IQ penuh.
Kemampuan untuk memfilter gerakan secara visual sangat memprediksi IQ, pada kenyataannya, penekanan gerakan (kemampuan untuk fokus pada tindakan dan mengabaikan gerakan latar belakang) merupakan prediksi IQ total seperti halnya subbagian individual dari tes IQ itu sendiri.
Informasi yang relevan
Saat orang berjalan, pemandangan latar belakang selalu berubah, sehingga otak yang efisien mungkin lebih baik dalam menyaring informasi visual yang tidak relevan ini. Dan efisiensi tersebut dapat diterapkan pada berbagai tugas, kata Tadin.
“Apa yang terjadi pada otak orang dengan IQ tinggi adalah mereka secara otomatis memproses gerakan benda kecil yang bergerak secara efisien, sekaligus menekan latar belakang,” kata Tadin.
Temuan ini membentuk kembali pandangan konvensional bahwa berpikir cepat akan menghasilkan kecerdasan.
“Pemrosesan yang cepat memang penting, namun itu hanya setengah cerita. Ini adalah cara Anda menyaring hal-hal yang kurang relevan dan memfokuskan sumber daya cepat Anda pada hal-hal yang penting,” kata Tadin.
Variasi yang luar biasa
Studi ini mengungkap wawasan baru mengenai efisiensi dan kecerdasan otak, kata Kevin McGrew, direktur Institute for Applied Psychometrics dan pemilik www.themindhub.com.
Meskipun hubungan antara IQ dan penyaringan visual sangat kuat, tes IQ tidak akan digantikan oleh deteksi gerakan dalam waktu dekat, kata McGrew, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.
“Tugas mereka menjelaskan atau menjelaskan sekitar 50 persen nilai IQ,” kata McGrew kepada LiveScience. “Ini mengesankan psikologitapi itu tetap berarti ada 50 persen skor yang tidak mereka jelaskan.”
Hak Cipta 2013 Ilmu HidupSebuah perusahaan TechMediaNetwork. Semua hak dilindungi undang-undang. Materi ini tidak boleh dipublikasikan, disiarkan, ditulis ulang, atau didistribusikan ulang.